<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435</id><updated>2012-02-16T17:32:30.956-08:00</updated><title type='text'>Ozhora Inoue.......Jalani Harimu Ekspresikan Aksimu</title><subtitle type='html'>Hai Hai hai,,,paramuda sapa sana sini yang udah mau lewat blog ku ini (sengaja atau tidak sengaja alias nyasar):)..terimakasih.,
Semoga bisa saling berbagi informasi dan diskusi tentang hal apa aja..
Soalnya aku disini juga masih belajar..:)..saling share ya..:)
"Salam hangat sapa_"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-8867088800978047992</id><published>2011-11-27T16:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T16:31:47.309-08:00</updated><title type='text'>Cultural Lag and Social Group Vs Dehumanisasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NUHVQdilh3g/TtLWBS8WDzI/AAAAAAAAAEo/Yv7EgMQtYS8/s1600/dep_2618841-Network-social-group.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 279px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-NUHVQdilh3g/TtLWBS8WDzI/AAAAAAAAAEo/Yv7EgMQtYS8/s320/dep_2618841-Network-social-group.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679837397820772146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menurut William F. Ogburn: Cultural Lag terjadi jika perubahan material lebih dominan dibanding Immaterial, sehinga berpotensi menimbulkan “dehumanisasi” karena tergerusnya nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Perubahan material yang lebih dominan ini disebabkan karena adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat. Adanya perubahan material yang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;lebih cepat ini merubah cara pandang serta sikap masyarakat yang menjadi lebih mementingkan kepentingan duniawi saja . Adanya globalisasi yang kian hari penyebarannya kian cepat, informasi tentang segala hal, baik itu dalam hal politik, sosial, budaya, dan gaya hidup, juga &lt;span&gt; &lt;/span&gt;semakin mudah di dapat. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkannya dimanapun, kapanpun tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Namun sayangnya, semua itu tidak di imbangi dengan nilai-nilai moral, etika, dan agama. Sehingga menimbulkan pengaruh yang menyimpang terhadap norma dan nilai yang ada dalam masyarakat. Masyarakat akan lebih terkonsentrasi terhadap perkembangan zaman, teknologi dan trend yang populer di masa kini. Sehingga masyarakat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebutuhan material itu demi meningkatkan gengsi dan terpenuhinya kepentingan pribadi. Seperti dengan melakukan korupsi,dengan kriminalitas, kekerasan bahkan dengan pelecehan. Dan pada akhirnya nilai-nilai luhur yang ada pada masyarakat yaitu etika, moral dan agama semakin pudar. Mereka lebih mementingkan kepentingan duniawi tanpa memikirkan kebutuhan rohani mereka pada Sang Pencipta. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Masyarakat kini semakin acuh dan tidak peka &lt;span&gt; &lt;/span&gt;terhadap permasalahan sosial di sekitarnya, kurang peduli terhadap budaya sendiri, kurang bisa menghargai serta menghormati antar anggota masyarakat. Sehingga dehumanisasi ini terjadi karena masyarakat mengesampingkan aturan, aspek norma dan nilai serta agama. Dan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;di dalam masyarakat, perlu adanya kesadaran pada masing-masing individu untuk meningkatkan kepercayaan agama serta kitabnya agar dijadikan pedoman dalam menjalani hidup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; "&gt;George Simmel : kelompok sosial dapat dilihat dari besar kecilnya anggota kelompok. Bagaimana individu mempengaruhi anggota kelompok, serta bagaimana interaksi sosial berlangsung dalam kelompok tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menurut George Simmel bentuk terkecil dari kelompok sosial terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial yang dinamakan monad, kemudian monad dikembangkan dengan meneliti kelompok-kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang yang disebut dyad dan triyad. Serta kelompok-kelompok kecil lainnya. Di samping itu, sebagai perbandingan , Simmel menelaah kelompok-kelompok yang lebih besar, yaitu kelompok yang anggotanya masih saling mengenal (face to face groupings). Contoh kelompok jenis ini adalah keluarga, rukun tetangga, dan desa. Kelompok itu dapat berkembang juga menjadi kelompok-kelompok sosial yang lebih luas seperti kota, korporasi, dan negara, di mana anggota-anggotanya tidak memiliki hubungan yang erat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kelompok sosial monad itu seperti misalnya kita sebagai individu,yaitu saya seorang diri yang berinteraksi dengan diri sendiri. Kelompok sosial dyad misalnya saya dengan ibu, dan kelompok sosial tryad saya, ibu dan ayah. Kelompok sosial tersebut mempunyai hubungan yang erat, karena mempunyai hubungan darah. Jadi walaupun antara saya, bertempat tinggal terpisah dengan ayah dan ibu, interaksi sosial tetap berjalan intim, karena adanya ikatan batin yang kuat dan hubungan darah. Kelompok sosial yang lebih besar seperti misalnya keluarga, tetangga, dan desa yang anggota masyarakatnya masih saling mengenal dan terjadi interaksi yang harmonis karena terdapat organisasi masyarakat yang berbasis kekeluargaan. Sedangakan kelompok-kelompok sosial yang lebih luas lagi seperti kota, korporasi dan Negara, hubungan interaksinya tidak sedekat seperti yang lainnya, karena cakupannya lebih luas. Sehingga kelompok sosial yang anggotanya lebih kecil dan bertempat tinggal berdekatan dalam satu komplek, justru lebih mudah dalam melakukan pendekatan pribadi, lebih mudah bersosialisasi, dan akan terjalin rasa kekeluargaan yang erat. Sedangkan kelompok sosial yang anggotanya lebih banyak dan cakupannya lebih luas, membutuhkan waktu dan proses yang lama dalam melakukan pendekatan, sehingga hubungan sosial antar individu tidak erat, bahkan mungkin tidak saling mengenal satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Referensi bacaan: depe blog archive, dan buku sosiologi jilid 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;PhotoSource By: google.com social group&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto; text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;By: Zain_Asfa_Comm&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-8867088800978047992?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/8867088800978047992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=8867088800978047992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/8867088800978047992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/8867088800978047992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2011/11/cultural-lag-and-social-group-vs.html' title='Cultural Lag and Social Group Vs Dehumanisasi'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NUHVQdilh3g/TtLWBS8WDzI/AAAAAAAAAEo/Yv7EgMQtYS8/s72-c/dep_2618841-Network-social-group.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-8663701380377860466</id><published>2011-11-27T15:47:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T16:13:45.090-08:00</updated><title type='text'>Konversi Diri</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7zblwDYpXV0/TtLSJm8lX_I/AAAAAAAAAEc/oq_vDNtcndo/s1600/productive-ketika-internet-unlimited-menjadi-bumerang-bagi-blogger-300x225.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7zblwDYpXV0/TtLSJm8lX_I/AAAAAAAAAEc/oq_vDNtcndo/s320/productive-ketika-internet-unlimited-menjadi-bumerang-bagi-blogger-300x225.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679833142582927346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haloo sobat ceria..sapa sana sini paramuda yang udah kesasar di blog yang sederhana ini...:)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sobat ceria...pernah gak sie kalian merasakan merasakan konversi diri(baca:masa transisi) hehe, secara sadar maupun gak sadar?. Terkadang merasakan bingung yang berkepanjangan, lola dalam hal berpikir, mencoba akan perubahan dan gundah gulana( bahasa kerennya: galau. haha). Nah mungkin itu kali ya salah banyak ciri-ciri diantara banyak banget ciri-ciri yang belum dirasakan efeknya( menyusul kali ya, hehe). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagiku buat paramuda yang menginjak umur 17 tahun keatas merasakan sebuah kegalauan itu wajar. Kata Mario Teguh juga gitu koq..menggalau di masa muda itu penting dan wajar, dan jadikan kegalauan itu menuju pintu ketegasan dalam kedewasaanmu(kesimpulan saya. hehe).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang kita menemukan permasalahan kecil di lingkungan sekitar entah itu tentang pertemanan, bahkan cinta. haha dasar anak muda hidupnya penuh dengan kegalauan. Tapi jangan terlalu menggalau deh ya..kasihan sama otaik ini disuruh muter muter gak jelas terus. hehe. Yang terpenting dalam masa transisi adalah kita harus pintar mengendalikan emosi yang ada diri kita untuk dilampiaskan ke berbagai macam hal yang positif. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ini nich ada sebuah artikel menarik dari pengusaha muda Andrie Wongso.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;strong&gt;Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Jadi urutan yang benar adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Pemahaman/pengertian benar &lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;pikiran benar &lt;strong&gt;==&amp;gt;&lt;/strong&gt; ucapan benar &lt;strong&gt;==&amp;gt;&lt;/strong&gt;perbuatan benar.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Akan tetapi walaupun punya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;pemahaman &lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;pikiran&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt; seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;ucapan&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;nya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;perbuatan&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;nya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di 'luar kepala' dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Begitulah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja.&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt; Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, seperti yang dikatakan oleh Bapak Andrie Wongso bahwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt; " Success is My Right " (sukses adalah hak saya).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;(OmDo = Omong Doang, NATO = No Action Talk Only, "Tong Kosong Nyaring Bunyinya").&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Pemahaman/pengertian benar &lt;strong&gt;==&amp;gt;&lt;/strong&gt; pikiran benar &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;ucapan benar &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;perbuatan salah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Pemahaman/pengertian benar &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;pikiran benar &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;ucapan salah  &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;perbuatan salah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Tidak tertutup kemungkinan juga :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Pemahaman/pengertian benar &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;pikiran salah  &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;ucapan salah  &lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;perbuatan salah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Pemahaman/pengertian salah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt; ==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;pikiran salah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;ucapan salah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;&lt;strong&gt;==&amp;gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;perbuatan salah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;John C. Maxwell mengatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;pikiran&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt; berlanjut ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;ucapan&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt; terus ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;perbuatan&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;kebiasaan&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt; yang menghasilkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;karakter&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt; seseorang dan akhirnya menentukan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;destiny&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;(= nasib)-nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Marilah kita mulai menyelaraskan antara &lt;u&gt;pikiran benar&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;ucapan benar&lt;/u&gt; dan &lt;u&gt;perbuatan benar&lt;/u&gt; untuk membentuk &lt;u&gt;kebiasaan benar&lt;/u&gt; dalam membangun &lt;u&gt;karakter yang benar&lt;/u&gt; pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai &lt;u&gt;'hasil'&lt;/u&gt; yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;Penulis : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-family: Arial; font-size: 13px; line-height: 16px; "&gt;Toni Yoyo (toni_yoyo@yahoo.com)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-8663701380377860466?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/8663701380377860466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=8663701380377860466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/8663701380377860466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/8663701380377860466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2011/11/konversi-diri.html' title='Konversi Diri'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7zblwDYpXV0/TtLSJm8lX_I/AAAAAAAAAEc/oq_vDNtcndo/s72-c/productive-ketika-internet-unlimited-menjadi-bumerang-bagi-blogger-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-7494107758785683752</id><published>2011-11-27T07:09:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T07:21:01.719-08:00</updated><title type='text'>Social Construction by Media</title><content type='html'>&lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto;text-align: justify;text-indent:0in;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black"&gt;Peter L Berger dan Thomas Luckmann beranggapan bahwa konstruksi social atas realitas muncul berkaitan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;dengan pemikiran manusia dan konteks sosial dimana pemikiran itu berkembang dan dilembagakan. Bagaimana gagasan tentang konstruksi sosial tersebut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh media.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Konstruksi Sosial adalah: penggambaran proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan secara terus menerus suatu realitas yang dialami dan dimiliki secara subyektif. Menurut Berger dan Luckmann terdapat dialektika antara individu yang menciptakan masyarakat dan masyarakat yang menciptakan individu. Dialektika tersebut tercipta melalui proses Eksternalisasi, Obyektivasi dan Internalisasi yang terjadi di dalam masyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sebenarnya proses konstruksi sosial dalam masyarakat membutuhkan proses dan waktu yang lama. Namun seiring berkembangnya zaman yang semakin modern, proses konstruksi social ini mengalami transisi yang cepat, dari masyarakat yang lamban menerima informasi kini menajdi cepat dalam menerima informasi. Terlebih kini dengan hadirnya media yang menjadi salah satu agen konstruksi sosial atas realitas. Dan salah satunya adalah media televisi. Televisi membentuk realitas sosial sebagai gambaran realitas media atau realitas virtual yaitu dunia yang hanya ada dalam media televisi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Televisi merupakan salah satu media yang paling mempengaruhi terciptanya konstruksi sosial dalam masyarakat tentang sebuah realitas. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Substansi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;konstruksi sosial media massa adalah pada sirkulasi informasi yang cepat dan luas sehingga konstruksi sosial yang berlangsung sangat cepat dan sebarannya merata. Realitas yang terkonstruksi itu juga membentuk opini massa,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat menjadi lebih kritis dalam menerima informasi. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Posisi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;konstruksi sosial media massa adalah mengoreksi substansi kelemahan dan melengkapi konstruksi sosial atas realitas, dengan menempatkan seluruh kelebihan media massa dan efek media pada keunggulan konstruksi sosial media massa atas konstruksi sosial atas realitas. Namun, proses&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang digambarkan di atas tidak bekerja secara tiba-tiba, dan terbentuknya proses tersebut melalui beberapa tahap penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sebenarnya media juga mempunyai keberpihakan terhadap kapitalis. Hampir semua televisi mempunyai kepentingan khusus sesuai dengan apa yang diinginkan sang pemilik industry media itu sendiri. Media menjadi ajang peraih keuntungan. Sehingga tujuannya sekarang adalah mengambil banyak keuntungan. Dan tidak sedikit dari media yang hanya sekadar menjual berita saja, dengan memprtontonkan berita yang berlebihan sehingga dapat menarik perhatian masyarakat untuk menontonnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Seharusnya isi media itu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;objektif, sesuai visi misi media yang edukatif, entertain, dan kontrol sosial. Namun kenyataannya akhir akhir ini tak pernah memberikan berita yang objektif, cenderung berisi kepentingan subjektif&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sang pemilik media. Dan pada kenyataannya apa yang media tampilkan cenderung ke bias realitas ( tidak sesuai dengan realitas). Sehingga kecenderungan masyarakat selalu dikonstruksi oleh media, mengacu pada media, dengan kata lain media mempengaruhi masyarakat. Seringnya mendapat terpaan informasi, justru membuat masyarakat semakin menjadi bingung. Masyarakat dibingungkan oleh informasi yang bermacam macam, mempunyai versi yang berbeda-beda dari stasiun tv yang satu dengan stasiun tv yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Tahap pembentukan konstruksi realitas di mana pemberitaan telah sampai pada pembaca dan pemirsanya, yaitu terjadi pembentukan konstruksi di masyarakat melalui tiga tahap yang berlangsung. Pertama, konstruksi realitas pembenaran sebagai suatu bentuk konstruksi media massa yang terbentuk di masyarakat yang cenderung membenarkan apa saja yang ada (tersaji) di media massa sebagai suatu realitas kebenaran. Kedua, kesediaan dikonstruksi oleh media massa, yaitu sikap yang pokok dari tahap pertama. Bahwa pilihan orang untuk menjadi pembaca dan pemirsa media massa adalah karena pilihannya untuk bersedia pikiran-pikirannya dikonstruksi oleh media massa. Ketiga, menjadikan konsumsi media massa sebagai pilihan konsumtif, di mana seseorang secara habit atau dalam kesehariannya tergantung pada media massa. Media massa adalah bagian kebiasaan hidup yang tak terpisahkan dan tidak bisa dilepaskan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kemudian konstruksi juga terjadi dalam konstruksi citra, yang dimaksud bisa berupa bagaimana konstruksi citra pada sebuah pemberitaan ataupun bagaimana konstruksi citra pada sebuah iklan. Yang selanjutnya adalah tahap konfirmasi, yaitu tahapan ketika media massa maupun pembaca dan pemirsa memberi argumentasi dan kepercayaannya terhadap pilihannya untuk terlibat dalam tahap pembentukan konstruksi. Bagi media, tahapan ini perlu sebagai bagian untuk memberi argumentasi terhadap alasan-alasannya konstruksi sosial. Sedangkan bagi pemirsa dan pembaca, tahapan ini juga sebagai bagian untuk menjelaskan mengapa ia terlibat dan bersedia hadir dalam proses konstruksi sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;By:Zain_Asfa Comm_&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-7494107758785683752?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/7494107758785683752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=7494107758785683752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/7494107758785683752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/7494107758785683752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2011/11/social-construction-by-media.html' title='Social Construction by Media'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-3782831250383180035</id><published>2011-11-27T07:04:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T07:22:01.312-08:00</updated><title type='text'>The Mc Donaldization in industry media "TV"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-left:0in;mso-add-space:auto;text-align: justify;text-indent:0in;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;The Mc Donaldization of Society adalah konsep Goerge Ritzer yang dipengaruhi oleh perspektif&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Weber&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tentang konsep “rasionalitas”. Bagaimana konsep tersebut jika diterapkan untuk memahami pengelolaan dan perkembangan industry media terutama televisi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;McDonaldisasi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah : proses di mana berbagai prinsip restoran &lt;i&gt;fast food&lt;/i&gt; hadir untuk mendominasi lebih banyak sektor kehidupan Amerika serta berbagai belahan dunia yang lain. Kehadiran &lt;i&gt;McDonald&lt;/i&gt; benar-benar telah menempati posisi sentral dalam kultur masyarakat. Dimensinya meliputi effisiensi, daya prediksi, daya hitung, dan kontrol melalui teknologi non-manusia dalam kesatuan sistem operasionalnya. Orang-orang lalu tertarik, jatuh cinta, dan akhirnya berkutat dengan keempat komponen yang merupakan dasar sistem rasional tersebut. Semuanya dilakukan dengan tujuan rasional yang ujungnya menghasilkan keuntungan. Dan karena sukses, berbondong-bondonglah orang meniru prinsip di atas. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Konsep Mc Donaldization ini mengedepankan birokrasi yang efisien, efektif, cepat, instan dan menguntungkan. Selain itu Mc Donaldisasi telah merubah habitual masyarakat secara paksa untuk menjadi sama, dan seolah gaya hidup Mc Donal ini menjadi poros utama referensi dalam memenuhi gaya hidup modern sehari hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Virus McD ini &lt;span&gt; &lt;/span&gt;sesungguhnya berakar dari ide rasionalitas, yang bisa diartikan sebagai penggunaan pikiran untuk menentukan untung-rugi segala sesuatu. &lt;span style="color:#0D0D0D"&gt;Pertanyaannya, benarkah semua prinsip itu membawa kita ke arah yang lebih baik? Dalam beberapa hal, harus diakui ya. Tapi dalam banyak hal lain, yang terjadi adalah ironi. Manusia jadi kehilangan rasa kemanusiaannya. Hal ini tak mengherankan, karena manusia sesungguhnya hidup bukan hanya dengan rasionalitas, tapi juga nilai-nilai. Dan nilai-nilai tersebut, termasuk di dalamnya keyakinan/iman, bisa jadi yang utama diperjuangkan ketimbang sekadar urusan untung-rugi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan dengan konsep rasionalitas inilah menimbulkan adanya homogenitas dimana masyarakat hanya mempunyai pilihan yang kecil yang telah tersistem menjadi pilihan yang optimal. Selain itu pada kenyataannya rasionalitas ini juga menimbulkan dampak dehumanisasi. Dimana hubungan interaksi antar manusianya berkurang dan terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sepertinya, prinsip mc donaldisasi ini telah menjamur hingga ke seluruh dunia, tidak hanya pada industri pemenuhan kebutuhan makan saja, namun media kini nampaknya juga telah mengadopsi konsep ini. Industry media utamnaya pertelivisian kini berlomba lomba menyuguhkan acara yang dapat menarik perhatian masyarakat, seperti misalnya ajang pencarian bakat, Indonesian Idol, Indonesia Mencari Bakat, Akademi Fantasi Indonesia. Masyarakat hanya berpikir, ajang pencarian bakat ini adalah jalan satu satunya untuk merubah nasib mereka menjadi idola dan berpenghidupan layak. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan cara instan inilah para kontestan rela berbondong bondong antri berdesak desakan untuk melakukan audisi. Para penonton pun sekaligus pendukungnya juga rela mengantri panjang demi ingin memberikan semangat dan menonton idolanya. Setelah lolos audisi para kontestan ini dikontrol dan diatur sedemikian rupa sesuai dengan keinginan juri. Prinsip kontrol inilah yang diadopsi dari mc D. Hampir setiap stasiun tv mempunyai program acara pencarian bakat ini, yang terkadang tidak memprioritaskan kualitas keluarannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Konsep Mc D ini juga diterapkan dalam perindustrian bioskop atau tempat nonton film. Dimana bioskop itu birokrasinya telah tersususn secara sistematis. Mulai dari pembelian tiket atau ticketing, masuk kedalam ruang bioskop, hingga peraturan yang ada didalam bioskop, sampai system keluar ruang bioskop itu sendiri. Padahal sebenarnya jika dipikir ulang menonton film adalah hal yang biasa. Namun karena berkembangnya zaman, menonton film kini menjadi sebuah gaya hidup modern yang tak pernah bisa lepas dari kehidupan manusia. Mereka lebih dianggap mempunyai status social yang tinggi jika nonton film dibioskop daripada hanya sekedar nonton film dirumah saja, walaupun sebenarnya film yang ditonton itu sama saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Sebenarnya menonton film dirumah itu lebih leluasa, lebih enak, lebih nyaman, dan bisa melakukan hal apa saja semau kita, tanpa terbatasi oleh peraturan yang ada seperti di bioskop pada umumnya. Namun sekali lagi karena gaya hidup yang telah berubah, dari hal yang biasa menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Dari yang tradisional menjadi modern, dari yang membutuhkan proses hingga secara instan. Namun memang hal seperti inilah yang sepertinya diinginkan oleh masyarakat, yang ingin menjadi masyarakat modern seuttuhnya. Walaupun sebenarnya mereka secara perlahan lahan sedang melunturkan sosialisasi yang bernilai dalam berinteraksi dan menjalani kehidupan sehari hari. Hal inilah yang disebut dehumanisasi, menurunnya hubungan social manusia yang satu dengan yang lain. Tidak ada proses tawar menawar harga, karena semuanya telah tersistem. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jadi komunikasi antarmanusianya pun semakin berkurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;By: Zain_Asfa Comm_&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-3782831250383180035?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/3782831250383180035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=3782831250383180035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/3782831250383180035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/3782831250383180035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2011/11/mc-donaldization-in-industry-media-tv.html' title='The Mc Donaldization in industry media &quot;TV&quot;'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-352871859751431619</id><published>2011-11-15T04:50:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T15:40:26.619-08:00</updated><title type='text'>Sempat Aku Menunggu Bersama Hujan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ccPKJw3WurQ/TtJJ4u9coLI/AAAAAAAAAEM/dcbmphuIZMM/s1600/rain-103.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ccPKJw3WurQ/TtJJ4u9coLI/AAAAAAAAAEM/dcbmphuIZMM/s320/rain-103.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679683319094878386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bintang malam tak kunjung datang&lt;div&gt;Ketika kulihat keluar jendela&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wajah langit pun mendung, merana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepertinya sebentar lagi pun akan tumpah semua malam ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yacchhh...tumpah juga kau wahai langit&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membasahi bumi, dengan gemercik indah nian hadirmu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti indahnya penantian yang ditemani juga dalam gemercik nan elok pada malam ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harapan akan sebuah tujuan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih tinggi melayang layang diangkasa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak mudah juga aku mengenal apa itu yang disebut rasa..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang hadirnya pun tak kuduga...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun,,,,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kini semua itu luruh,,,bersama mu jua hujann...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entah akan mengalir kemana..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tak jelas asal muasalnya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semuanya berubah,,,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berubah tanpa wujud indah yang kuharap..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena kutahu Engkau Tuhan belumlah meridoinya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan...beri aku waktu itu yang tepat ya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena aku ingin juga yang tepat...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan aku berharap dan berdoa...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena semua ini kuasaMu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bersama hujan ku menunggu...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rusuk yang tepat untuk beribadah dijalanmu...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walau belumlah ada...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi aku tetap setia dalam kesabaran..,.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena ku yakin KuasaMu tak tertandingi...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maha Pencipta Karya dan Penentu segala kehidupan..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kaulah Tuhan...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Simpan saja semua ini sendiri &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nanti akan ada waktunya...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;By: Zain_Asfa Comm_&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-352871859751431619?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/352871859751431619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=352871859751431619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/352871859751431619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/352871859751431619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2011/11/disini-aku-menunggu-bersama-hujan.html' title='Sempat Aku Menunggu Bersama Hujan'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ccPKJw3WurQ/TtJJ4u9coLI/AAAAAAAAAEM/dcbmphuIZMM/s72-c/rain-103.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-4224297563749308573</id><published>2009-11-02T18:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T18:46:27.102-08:00</updated><title type='text'>Wisata murah dan indah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Gzu7Fkcm8ys/Su-ZZbSs98I/AAAAAAAAABY/9u3vu5bsjhI/s1600-h/g6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399703140342495170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Gzu7Fkcm8ys/Su-ZZbSs98I/AAAAAAAAABY/9u3vu5bsjhI/s400/g6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hijaunya Wonosari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Birunya Arjuno&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a class="image" href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/gaya/2009/10/19/667/Birunya.Arjuno#"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kawasan Malang dan sekitarnya merupakan daerah yang kaya objek wisata di Jawa Timur. Sebut saja Candi Singosari, Pulau Sempu, Peziarahan Gunung Kawi, Air Terjun Pujon, dan Waduk Karangkates.&lt;br /&gt;Itu belum termasuk objek wi&amp;shy;sa&amp;shy;&amp;shy;ta di kota Batu yang hanya 15 km dari pusat Kota Ma&amp;shy;lang. Kota Malang sendiri merupakan kota tua yang sangat nyaman untuk dikunjungi.Di antara semua itu ada satu destinasi cukup berkesan di hati, mes&amp;shy;ki belum sepopuler objek wisata lain. Tempat itu ialah Agrowisata Kebun Teh Wonosari. Letaknya di kaki Gunung Arjuno yang bisa dicapai dari Lawang, Malang sebelah utara. Lokasinya sejuk, tenang, dan relatif tidak seramai destinasi lain, misalnya jika dibandingkan dengan Pemandian Selekta, Batu. Ketika berkunjung ke Malang belum lama ini, saya bersama rombongan memulai perjalanan dari Kepanjen yang berada di selatan Kabupaten Malang. Kami mesti melewati Kota Malang untuk mencapai Lawang. Tapi kami tak mampir di kota sejuk itu, sebab sudah siang, dan kami pun sudah menyusun rencana untuk mampir saat pulang. Sekitar satu jam menyusuri jalan Malang-Surabaya, kami sampai di Singosari. Dari sana, ada jalan bersimpang ke kiri, tepatnya ke pebukitan Lawang. Jalanannya berliku, sempit dan bertanjakan tajam. Tak jarang kami berpapasan dengan bus pariwisata berukuran besar. Alhasil, perjalanan sepanjang 8 km itu cukup mendebarkan. Oya, bagi yang tidak membawa kendaraan sendiri, tersedia jalur angkutan umum Lawang-Wonosari dengan tarifnya Rp 3.000/orang. Jika datang berombongan, bisa mencarter mikrolet dari Terminal Lawang, sekitar Rp 25.000 sekali jalan.Perjalanan terasa berbeda ketika makin ke atas, udara terasa makin dingin menerpa kulit. Kami membuka kaca mobil lebar-lebar dan mengisi paru-paru dengan udara gunung yang bersih. Kebun buah naga milik penduduk tampak mulai berbuah dan sebagian sudah dipanen. Betapa menggembirakan: di daerah sejuk begini, villa-villa dan rumah mewah tak mencolok mata, untuk mengatakannya sedikit. Setidaknya jika saya banding-bandingkan misalnya dengan daerah pebukitan sekitar Bandung yang diserbu para pengembang yang membangun villa-villa mewah.Sebelum sampai ke gerbang utama Agrowisata Wonosari, kami dipungut restribusi jalan sebesar Rp 1.000 oleh petugas LPMD Desa Ketindan. Barulah ketika hendak memasuki kawasan PTPN XII kami membayar karcis Rp 7.500/orang. Begitu mobil parkir, kami segera berhamburan ke luar menikmati kesegaran alam. Kesegaran pertama jelas dari cuacanya yang sejuk (19-26 derajat Celsius), maklum terletak antara 950-1.250 di atas permukaan laut (dpl). Kesejukan berikutnya berasal dari kehijauan pohon-pohon, aneka bunga, bahkan rumput di tepi jalan. Ada juga deretan cemara yang pucuknya runcing menusuk langit. Semuanya hijau berseri. Kami tidak langsung menuju kebun teh, melainkan mampir di pabrik pengolahannya terlebih dulu, takut sudah tutup kalau kesorean. Sayang, kami tetap tidak diizinkan masuk dengan alasan waktu berkunjung ke pabrik sudah habis. Biasanya, setiap rombongan yang masuk dipungut Rp 50.000 dengan anggota rombongan sekitar 10-12 orang. Akhirnya, kami harus puas menikmati aktivitas penimbangan daun teh yang dilakukan sejumlah karyawan di pintu gudang pabrik. Daun teh yang berada dalam karung nilon itu, dicatat jumlah beratnya, lalu ditaruh di atas lori gantung yang berputar membawanya masuk ke dalam pabrik untuk selanjutnya diproduksi menjadi teh kemasan dengan merk dagang ”Teh Rolas”.***SETELAH puas menikmati aktivitas penimbangan daun teh, kami menuju areal perkebunan teh. Kami melewati rumah-rumah dinas karyawan perkebunan Persero milik negara yang berkesan damai itu. Tidak jauh dari situ, terdapat taman yang luas, dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam pemandian air panas dan permainan anak. Ada pula penyewaan kendaraan berupa trailer antik, untuk mengelilingi perkebunan. Ongkosnya Rp 20.000 sekali jalan. Pilihan lainnya adalah naik kuda dengan ongkos Rp 15.000 sekali jalan. Atau bisa pilih angkutan massal, yakni kereta kelinci, yang memutari kawasan perkebunan dengan sirinenya yang khas. Kami berjalan kaki saja, sebab dalam cuaca dingin begini lumayan memperlancar aliran darah. Sekitar 100 meter berjalan, akhirnya kami disambut tanaman teh yang tingginya sama rata. Menghampar luas seolah karpet hijau menyelimuti perbukitan. ”Karpet hijau” itu tampak mengikuti kontur tanah yang bergelombang, membuat pemandangan tidak monoton. Mata diajak mengembara mengikuti lekak-lekuknya, sehingga imajinasi terasa ikut naik-turun diayun ”gelombang hijau” yang lembut. Imajinasi kian melambung saat mata tanpa terasa masuk ke ”gelombang biru” berupa lereng dan puncak gunung. Ya, Gunung Arjuno setinggi 3339 M-dpl itu memang menjadi latar yang anggun bagi Kebun Teh Wonosari. Belum habis rasa takjub diaduk kehijauan tanaman teh, kami sudah pula dipukau birunya puncak Arjuno. Puncak itu terasa dekat, seolah dapat digapai, meski tentu saja tidak dapat kami sentuh. Sayang, awan putih-kelabu cukup tebal menyelimuti sebagian pundak gunung, pertanda mendung. Hujan memang sering turun di sana, karenanya beberapa di antara kami sudah sejak tadi mengepit payung. Tapi, sebelum hujan benar-benar turun, masih cukup waktu menikmati puncak Arjuno yang tetap terbuka, menantang. Puncak biru dan pundak yang diselimuti awan kelabu memberi gradasi unik bagi warna hijau kebun teh Wonosari. Jadilah saya merapal kata-kata,”Hijaunya Wonosari, birunya Arjuno, menyatu sejodoh menenteramkan hati, hmm...”Cukup lama kami larut dalam kedamaian, diiringi kicau burung dari atas pepohonan, sebelum akhirnya kami melanjutkan penyusuran. Kami ikuti sebuah jalan aspal yang cukup lebar membelah hamparan kebun. Di kiri-kanannya tumbuh subur pohon sengon dan lamtoro. Beberapa jenis bunga tumbuh teratur di tepi jalan, menambah asri suasana. Tak jarang kami berpapasan dengan pengunjung yang memilih naik kuda dan sebagian naik kereta kelinci. Rombongan anak-anak, juga orang tua mereka serta pasangan remaja, tampak ceria di atas kereta mini itu. Saya mencari-cari perempuan pemetik teh, sayang tak seorang pun yang terlihat. Kepada seorang petugas yang sedang membersihkan kandang kuda, saya bertanya kenapa. Ternyata karena hari sudah sore. Jadwal memetik teh, katanya, dimulai pukul 7 pagi dan selesai pukul 2 siang. ”Hari Minggu libur,” jelasnya ramah. Dia malah mengajak kami melihat tandon penampung air hujan cukup besar di bawah tanah. Airnya dipakai untuk berbagai keperluan. Lumayan, hati jadi sedikit terhibur. Akhirnya kami duduk-duduk di atas sebuah batu besar di tepi jurang yang sekaligus melempangkan panorama cantik ke arah kota dan perkampungan di bawah sana. Setelah puas bercengkerama, kami berangsur turun ke tempat parkir. Namun tunggu dulu! ”Perut sudah pegal nih!” seru seorang teman serombongan. Kami bergerak cepat ke kompleks kedai, dekat taman bermain. Kopi, mie rebus, dan jagung bakar, cukuplah....(73)Minim Informasi&lt;br /&gt;DI tengah hamparan kebun teh, ada sebuah plang dari papan, dengan tiga permukaan dilapisi seng bercat biru-putih. Setiap permukaan ditulisi keterangan tentang riwayat singkat kebun teh dalam sejumlah bahasa. Ada bahasa Inggris, Belanda, Indonesia, bahkan bahasa Jawa, lengkap dengan aksaranya.Dalam bahasa Belanda tertulis,”De aahplanting thee het berste begin op deplantage Wonosari in 1910 door N.V. Cultuur Matschapy Lawang. Yang tak bisa berbahasa Belanda, cukuplah membaca tulisan bahasa Indonesia&amp;shy;nya: ”Teh ini pertama kali ditanam pa&amp;shy;da tahun 1910 oleh N.V. Cultur Masca&amp;shy;pay Lawang.” Hmm, cukup tua dan pastilah me&amp;shy;nyim&amp;shy;pan banyak sejarah. Dari seorang pengelola warung di sekitar situ, saya mendapat cerita bahwa pada zaman Jepang (1942-1943), kebun itu pernah ditanami singkong untuk kebutuhan pangan militer. Bahkan jauh sebelum itu, tanaman teh pernah diganti dengan kina. Saya pun membayangkan para pemetik teh, buruh pabrik serta hubungannya dengan mandor dan kekuasaan. Sayang, tidak ada brosur penjelas kesejarahan itu lebih lanjut.Ungkapan ”sayang” memang berulang kali terlontar dari mulut kami saat berbicara mengenai Kebun Teh Wono&amp;shy;sari ini. Salah satunya karena tak ada aktivitas perkebunan pada hari Minggu, baik aktivitas memetik teh mau&amp;shy;&amp;shy;pun kegiatan pabrik. Padahal, Minggu merupakan puncak kunjungan wisatawan (kebanyakan lokal) yang datang berombongan dengan keluarga. Akibatnya, banyak yang kecewa karena tak bersua aktivitas memetik teh, apalagi melihat proses mengolah daun ajaib itu menjadi produk konsumsi. Sebagai tempat yang sudah secara sadar menjadi pusat agrowisata, keluhan tersebut tentu wajar. Artinya, pengunjung ke sana tidak hanya untuk menikmati keelokan perkebunan, namun juga untuk menambah pengetahuan, khususnya mengenai seluk-beluk produksi teh. Apakah mungkin mengganti hari libur? Entahlah.Saat kami berkunjung, hari itu bukanlah hari Minggu. Meski begitu, kami tetap kecewa karena tak bisa langsung menyaksikan aktivitas pabrik. Alasannya, kedatangan kami setelah jam yang dijadwalkan untuk berkunjung. Sistem yang berkesan ”kaku” itu mungkin perlu diimbangi dengan sedikit kompromi, sebab di samping pengumuman soal jadwal tidak terlalu jelas, belum tentu juga kami datang dalam waktu dekat lagi. Begitu pula saat ingin membeli atau sekadar melihat-lihat produk teh di sebuah bangunan khusus, kami hanya bisa menyaksikan bungkus-bungkus teh dari balik kaca etalase. Sebab pintunya terkunci dan penjaganya entah ke mana.Kata ”sayang” yang lain mungkin dapat ditujukan pada kekurangan informasi soal fasilitas dan potensi wisata kawasan ini. Tidak ada pemandu, brosur atau papan petunjuk. Saya sempat penasaran ingin tahu, apakah dari sini ada jalur pendakian ke Gunung Arjuno. Informasi yang lumayan banyak baru bisa diperoleh kalau seseorang mau browsing di internet. Ternyata, kawasan seluas 1.144,31 hektare itu kaya potensi dan fasilitas. Selain memiliki taman bermain anak dan kolam air panas, juga tersedia ada lokasi outbond, tempat berkemah, penginapan (homestay), minimarket, kebun binatang mini, kebun ceri, jalur sepeda gunung, dan jalur pendakian ke Arjuno serta aula pertemuan. Tempat itu pun berpotensi jadi ajang praktik dan penelitian mahasiswa atau para peminat teh. Bisa pula mengembangkan wisata satwa dan flora, seperti pengamatan burung atau aneka bunga. Bahkan beberapa jurang saya bayangkan sangat menantang untuk wisata terbang layang (gantole). Tantangan itu sekaligus tertuju kepada pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII sebagai pengelola Agrowisata Kebun Teh Wonosari. Dan saya percaya, mereka bisa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;source: suara merdeka &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-4224297563749308573?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/4224297563749308573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=4224297563749308573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/4224297563749308573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/4224297563749308573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2009/11/wisata-murah-dan-indah.html' title='Wisata murah dan indah'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Gzu7Fkcm8ys/Su-ZZbSs98I/AAAAAAAAABY/9u3vu5bsjhI/s72-c/g6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-3877347605364352608</id><published>2009-11-02T18:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T18:51:05.276-08:00</updated><title type='text'>10 makanan terbaik untuk rambut</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Gzu7Fkcm8ys/Su-aAVBKKfI/AAAAAAAAABg/4l6QSCX5QNg/s1600-h/g1.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399703808673196530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 80px; CURSOR: hand; HEIGHT: 60px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Gzu7Fkcm8ys/Su-aAVBKKfI/AAAAAAAAABg/4l6QSCX5QNg/s200/g1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;10 Makanan Terbaik untuk Rambut&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/30/14572674/10.makanan.terbaik.untuk.rambut#"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/23/131619p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/09/19/1009058p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/11/2023132p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title=" " href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/11/161139p.jpg" rev="loadarea::#" rel="enlargeimage::mouseover"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;MERAWAT rambut dengan shampoo dan conditioner saja mungkin belum cukup bagi Anda untuk mendapatkan mahkota kepala yang benar-benar sehat dan indah. Jika Anda benar-benar ingin memperoleh rambut yang segar, sehat dan tampak berkilau, Anda patut memperhitungkan asupan gizi yang Anda peroleh. Artinya jangan terlalu terpaku dengan perawatan luar, namun mulailah dengan perawatan dari dalam melalui makanan bergizi.Menurut salah seorang ahli diet asal Chicago, Dawn Jackson Blatner, RD, rambut Anda tumbuh 1/4 hingga 1/2 inci setiap bulannya. Untuk tumbuh normal, bahan dasar seluruh rambut baru, kulit, dan kuku adalah nutrisi yang kita makan. ¨Jika kita makan makanan sehat, sel-sel tubuh Anda akan tumbuh lebih kuat dan sehat, baik di dalam maupun di luar,¨ ungkap Blatner.Para ahli rambut juga mengatakan, jika Anda terlahir dengan rambut tipis tapi normal, Anda takkan pernah memperoleh rambut yang tebal, meski Anda sudah berupaya memakan apapun. Tetapi dengan diet yang seimbang dan banyak mengandung protein perangsang pertumbuhan dan juga zat besi, mungkin perbedaan akan Anda dapatkan.Para ahli juga berpesan agar konsumen mewaspadai penggunaan suplemen yang kerap dijual di pasaran untuk menebalkan atau menumbuhkan rambut.¨Kalaupun Anda bisa menemukan suplemen yang baik di banyak toko, cobalah untuk selalu mendapatkan nutrisi yang Anda butuhkan dari makanan-makanan alami di mana pun yang Anda peroleh,¨ ungkap Paradi Mirmarani, MD, ahli kulit di Allejo California seperti dikutip WebMD.Berikut adalah 10 makanan yang berkhasiat dan dapat dijadikan sebagai fondasi yang kuat bagi kesehatan rambut Anda :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;1. Salmon Jenis makanan yang satu ini kaya akan asam lemak omega 3, yang juga merupakan sumber protein dengan kualitas tinggi, selain juga mengandung vitamin B12 dan zat besi. Asam lemak essensial omega 3 dibutuhkan untuk memperkuat kulit kepala. Kekurangan zat ini menyebabkan kulit kepala kering dan rambut mudah rontok. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;2. Sayuran Hijau Tua Bayam, brokoli dan Swiss chard adalah sumber penting vitamin A dan C. Tubuh Anda membutuhknny guna memproduksi sebum, sejenis minyak yang dihasilkan folikl rambut Anda yang juga merupakan conditioner alami bagi rambut Anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;3. Kacang-kacangan Mengonsumsi kacang merah, kacang polong atau pun kacang lentil ternyata penting artinya bagi kesehatan rambut. Kacang tak hanya menyediakan protein yang merangsang pertumbuhan rambut namun juga kaya akan zat besi, seng, dan biotin. Untuk mendapatkan manfaat nyata, ahli diet Amerika merekomendasikan tiga cangkir lebih kacang lentil setiap minggu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;4. Kacang tanah Kacang tanah Brazil adalah salah satu sumber alami terbaik selenium, sejenis mineral yang penting untuk kesehatan kulit rambut. Walnut mengandung asam linolenic alfa, omega 3 yang dapat memperbaiki kondisi rambut. Makanan seperti almond, kacang cashew dan pecans juga merupakan sumber penting seng. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;5. Daging unggas Daging ayam dan kalkun ternyata memiliki protein yang berkualitas tinggi yang dapat membuat rambut Anda menjadi lebih sehat. Daging unggas juga mengandung zat besidengn kadar bioavailabiltas yang tinggi, yang berarti tubuh akan dengan mudah menyerap manfaatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;6. Telur Telur adalah salah satu sumber protein terbaik yang bisa Anda temukan. Telur juga mengandung biotin dan vitamin B12 yang sangat penting sebagai nutrisi kecantikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;7. Gandum berserat tinggi Biasakan Anda memakan produk gandum yang menyehatkan termasuk roti atau sereal karena makanan ini banyak mengandung sseng, zat besi dan vitamin B. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;8. Tiram Tiram mungkin lebih dikenal reputsinya sebagai aphrodisiak, namun mereka juga ternyata dikenal bermanfaat bagi kesehatan rambut. Kunci pentingnya adalah zat mineral seng yang berfungsi sebagai antioksidan kuat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;9. Produk susu rendah kadar lemak. Produk-produk susu berkadar lemak rendah seperti susu kim atau yoghurt adalah sumber penting kalsium, salah satu mineral yang berguna bagi rambut. Makanan ini juga mengandung kasein dan whey, dua protein berkualitas tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;10. Wortel Jenis sayuran ini kaya akan vitamin A, yang dapat membantu memperbaiki kesehatan kulit kepala bersama dengan penglihatan. Sejak sehatnya kulit kepala merupakan faktor penting bagi rambut yang berkilau, ada baiknya Anda untuk selalu menambahkan wortel dalam menu diet Anda atau sebagai tambahan dalam hidangan salad. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-3877347605364352608?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/3877347605364352608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=3877347605364352608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/3877347605364352608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/3877347605364352608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2009/11/10-makanan-terbaik-untuk-rambut.html' title='10 makanan terbaik untuk rambut'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Gzu7Fkcm8ys/Su-aAVBKKfI/AAAAAAAAABg/4l6QSCX5QNg/s72-c/g1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-1954755573448529625</id><published>2009-11-02T17:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T18:08:39.106-08:00</updated><title type='text'>Soal ICT</title><content type='html'>1.                  Gambar natural/ alam umumnya merupakan jenis gambar  ....&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;A.       Digital&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B.       Vektor&lt;br /&gt;C.       Bitmap&lt;br /&gt;D.       Sketsa&lt;br /&gt;E.        Pixel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                                     Sebuah gambar dibangun dari garis-garis yang diformulasikan secara matematik, merupakan definisi dari gambar jenis....&lt;br /&gt;A.       Digital&lt;br /&gt;B.       Bitmap&lt;br /&gt;C.       Skalar&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;D.       Vektor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;E.        Pixel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                &lt;br /&gt;3.                  Sebuah gambar dibangun dari kumpulan titik-titik berwarna, merupakan definisi dari gambar jenis....&lt;br /&gt;A.       Digital&lt;br /&gt;B.       Bitmap&lt;br /&gt;C.       Skalar&lt;br /&gt;D.       Vektor&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;E.        Pixel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.                  Kedalaman warna menyatakan :&lt;br /&gt;A.       Banyaknya warna yang ditampilkan pada sebuah gambar&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;B.       Tingkat kecerahan warna sebuah gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;C.       Tingkat kekontrasan warna sebuah gambar&lt;br /&gt;D.       Kemampuan membedakan warna gelap dan terang&lt;br /&gt;E.        Banyaknya titik-titik berwarna pada sebuah gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.                  Resolusi menyatakan :&lt;br /&gt;A.       Banyaknya warna yang ditampilkan pada sebuah gambar&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;B.       Tingkat kecerahan warna sebuah gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;C.       Tingkat kekontrasan warna sebuah gambar&lt;br /&gt;D.       Kemampuan membedakan warna gelap dan terang&lt;br /&gt;E.        Banyaknya titik berwarna pada sebuah gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.                  Pada sebuah kamera digital tercetak tulisan 8,2 MP. Arti tulisan itu adalah ....&lt;br /&gt;A.       Kamera itu mampu menampung sebanyak 8,2 juta gambar&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;B.       Kamera itu mampu menampung gambar dengan ketajaman 8,2 M pixel per inci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;C.       Harga Kamera itu 8,2 juta rupiah&lt;br /&gt;D.       Kamera itu mampu menampilkan gambar dengan 8,2 juta warna&lt;br /&gt;E.        Kamera itu merekam objek menjadi 8,2 juta pixel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.                  Pada penggunaan sebuah kamera, ASA menyatakan ….&lt;br /&gt;A.     Kemampuan cahaya mengatur pencahayaan&lt;br /&gt;B.     Kemampuan kamera menangkap gambar bergerak&lt;br /&gt;C.     Kapasitas gambar yang mampu direkam kamera&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;D.     Kecepatan cahaya yang melewati lensa kamera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;E.      Kepekaan kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.                  Jenis software untuk mengolah gambar bitmap disebut :&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;A.       Image viewer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B.       Image producer&lt;br /&gt;C.       Image processor&lt;br /&gt;D.       Image grabber&lt;br /&gt;E.        Image tracer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.                  Jenis software untuk membuat gambar vektor disebut :&lt;br /&gt;A.       Image viewer&lt;br /&gt;B.       Image producer&lt;br /&gt;C.       Image processor&lt;br /&gt;D.       Image grabber&lt;br /&gt;E.        Image tracer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.              Salah satu extensi gambar jenis bitmap adalah ….&lt;br /&gt;A.       .wmf&lt;br /&gt;B.       .svg&lt;br /&gt;C.       .ico&lt;br /&gt;D.       .png&lt;br /&gt;E.        .cdr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.               Salah satu extensi gambar jenis vector adalah ….&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;A.       .jpeg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B.       .bmp&lt;br /&gt;C.       .xml&lt;br /&gt;D.       .pdf&lt;br /&gt;E.        .gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.              Program aplikasi yang merupakan image processor adalah ….&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;A.       Adobe Photoshop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B.       Corel Draw&lt;br /&gt;C.       Adobe Illustrator&lt;br /&gt;D.       AutoCad&lt;br /&gt;E.        Macromedia Freehand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.              Program aplikasi image producer adalah&lt;br /&gt;A.       Adobe Photoshop&lt;br /&gt;B.       Adobe Ilustrator&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;C.       Corel Photopaint&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;D.       Corel Trace&lt;br /&gt;E.        Microsoft Paint&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.              Pada program Aplikasi Corel Draw, untuk memunculkan deretan tombol fungsi di bagian atas atau disamping kiri layar utama,  dilakukan dengan cara ….&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;A.       View – toolbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;B.       Klik kanan menu bar&lt;br /&gt;C.       Tool – options&lt;br /&gt;D.       Menu – tool&lt;br /&gt;E.        File – Tool&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.              Untuk memunculkan palet warna, kita gunakan menu ….&lt;br /&gt;A.     File&lt;br /&gt;B.     View&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;C.     Tools&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;D.     Windows&lt;br /&gt;E.      Help&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.              Pada Corel, scrolling wheel pada mouse dapat digunakan untuk ….&lt;br /&gt;a.       Browse objek&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;b.      Zoom in Zoom out&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;c.       Scroll objek&lt;br /&gt;d.      Slide objek&lt;br /&gt;e.       Memutar objek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.              Pada program Aplikasi Corel Draw, deretan tombol fungsi di bagian atas layar pembuka yang selalu berganti-ganti tergantung pada apa yang kita kerjakan disebut ….&lt;br /&gt;A.       Toolbox&lt;br /&gt;B.       Property Bar&lt;br /&gt;C.       Format Bar&lt;br /&gt;D.       Status Bar&lt;br /&gt;E.        Standard Bar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.              Pada program Aplikasi Corel Draw, deretan tombol fungsi di bagian atas layar pembuka yang selalu berganti-ganti tergantung pada apa yang kita kerjakan disebut ….&lt;br /&gt;A.       Toolbox&lt;br /&gt;B.       Property Bar&lt;br /&gt;C.       Format Bar&lt;br /&gt;D.       Status Bar&lt;br /&gt;E.        Standard Bar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.              Pada program Aplikasi Corel Draw, dibawah jedela edit terdapat bar yang berisi berbagai informasi, disebut ….&lt;br /&gt;A.       Toolbox&lt;br /&gt;B.       Property Bar&lt;br /&gt;C.       Format Bar&lt;br /&gt;D.       Status Bar&lt;br /&gt;E.        Menu Bar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.              Untuk memperoleh bentuk-bentuk jajaran genjang, hati, halilintar, bulan sabit, segitiga siku-siku dll, kita aktifkan modus&lt;br /&gt;A.       Freehand tool&lt;br /&gt;B.       Rectangle tool&lt;br /&gt;C.       Ellipse tool&lt;br /&gt;D.       Polygon tool&lt;br /&gt;E.        Basic tool&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-1954755573448529625?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/1954755573448529625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=1954755573448529625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/1954755573448529625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/1954755573448529625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2009/11/soal-ict.html' title='Soal ICT'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-6303058017041657939</id><published>2009-07-23T00:36:00.000-07:00</published><updated>2011-11-27T06:23:18.814-08:00</updated><title type='text'>Anak-anak Belajar dari Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JXDIHUtdcrY/TtJHgbl60NI/AAAAAAAAAEA/2LM9eNcG1CU/s1600/DSC00177.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JXDIHUtdcrY/TtJHgbl60NI/AAAAAAAAAEA/2LM9eNcG1CU/s320/DSC00177.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679680702555803858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mOnQ8pvd8ag/TtJHgGc7fzI/AAAAAAAAAD0/seBrPv20cu0/s1600/children-playing.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-mOnQ8pvd8ag/TtJHgGc7fzI/AAAAAAAAAD0/seBrPv20cu0/s320/children-playing.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679680696880955186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Bila anak hidup dalam kritikan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;ia belajar menyalahkan orang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dimusuhi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar akan melawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dalam ejekan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar menjadi pemalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dalam toleransi,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar menjadi sabar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dengan diberi semangat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar punya rasa harga diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hiduo dengan pujian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar untuk menghargai orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dengan keadilan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar membela kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dengan kepastian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Ia belajar memperoleh kebranian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dengan persetujuan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;IA belajar menyukai dirinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;Bila anak hidup dalam penerimaan dan pershabatan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;ia belajar mencintai sesama di dunia ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;&lt;b&gt;foto childern source: supported by google&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   &gt;&lt;b&gt;foto nature source: private collection&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-6303058017041657939?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/6303058017041657939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=6303058017041657939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/6303058017041657939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/6303058017041657939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2009/07/anak-anak-belajar-dari-kehidupan.html' title='Anak-anak Belajar dari Kehidupan'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JXDIHUtdcrY/TtJHgbl60NI/AAAAAAAAAEA/2LM9eNcG1CU/s72-c/DSC00177.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2857114952001665435.post-5447253430559434544</id><published>2008-12-05T18:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T18:56:53.261-08:00</updated><title type='text'>belajar tanpa batas</title><content type='html'>hey..hey..hey...&lt;br /&gt;assalamu'alaikum....................&lt;br /&gt;commentsava.....????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2857114952001665435-5447253430559434544?l=zainasfascorpio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/feeds/5447253430559434544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2857114952001665435&amp;postID=5447253430559434544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/5447253430559434544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2857114952001665435/posts/default/5447253430559434544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zainasfascorpio.blogspot.com/2008/12/belajar-tanpa-batas.html' title='belajar tanpa batas'/><author><name>sacura ozhora</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10821024721390621821</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Ow8QpYMwnHQ/TtLajGKY5OI/AAAAAAAAAE0/sudWa8QuJqs/s220/pihgetl%2Bsnang.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
